"MPR, DPR, dan DPD terus hadir dalam ruang publik sebagai bagian dari upaya merawat demokrasi agar semakin baik. Karena sejatinya demokrasi tidak pernah selesai pada satu titik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Menurut Siti, perkembangan teknologi dan arus informasi tanpa batas telah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas. Namun, kondisi tersebut juga membawa tantangan berupa disinformasi dan polarisasi yang berpotensi menggerus kepercayaan publik serta mengancam kohesi sosial.
Karena itu, persatuan dan kesatuan bangsa perlu dirawat melalui pendidikan, dialog, keteladanan, serta kemampuan mengelola perbedaan. Identitas kebangsaan juga perlu diperkuat agar Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri.
Selain itu, Siti menyebut perubahan geopolitik, transformasi ekonomi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, serta dinamika sosial sebagai sejumlah tantangan yang harus diantisipasi. Dia menilai penguatan kelembagaan perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas.