Lowy Institute Asia Power Index 2025 menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dari 27 negara dan teritori Asia dalam military capability, dengan skor 15,9. Dalam ukuran tersebut, Indonesia berada di belakang Vietnam yang menempati posisi ke-12, sementara Thailand berada di posisi ke-14. Lowy mengukur military capability secara lebih luas, termasuk kekuatan personel, persenjataan, kemampuan khusus, kesiapan dan kemampuan proyeksi kekuatan.
Perbedaan dua indeks itu justru memberi pelajaran penting. Tidak ada satu angka tunggal yang dapat menjelaskan kekuatan sebuah tentara. Global Firepower menghitung lebih dari 60 faktor untuk menghasilkan Power Index, sementara Lowy menggunakan kerangka yang berbeda untuk menilai kemampuan militer konvensional. Karena itu, menyebut Indonesia sebagai βperingkat tujuh Asiaβ tidak berarti Indonesia otomatis memiliki kemampuan militer yang lebih baik dalam setiap aspek dibanding negara yang berada di bawahnya dalam daftar lain.
Namun, satu hal relatif jelas: Indonesia merupakan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara jika menggunakan metodologi Global Firepower 2026.
Pertanyaannya kemudian berubah. Apa yang membuat Indonesia berada di posisi tersebut?
Jawabannya bukan hanya karena jumlah prajurit.
Data The Military Balance 2026 mencatat sekitar 433.700 personel aktif TNI berdasarkan data 2025, terdiri atas sekitar 300.400 personel Angkatan Darat, 80.000 Angkatan Laut dan 53.300 Angkatan Udara. Global Firepower menggunakan angka yang berbeda, yakni sekitar 404.500 personel aktif, ditambah 401.000 personel cadangan dan 250.000 personel paramiliter. Perbedaan ini menunjukkan bahwa angka personel sangat tergantung pada definisi dan metodologi masing-masing lembaga.