Menariknya, peserta Jump School berasal dari berbagai disiplin ilmu, tidak hanya teknik. Mahasiswa psikologi, manajemen, dan ilmu administrasi turut terlibat sehingga interaksi lintas bidang menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Fransiscus menambahkan bahwa pengalaman tersebut diharapkan, menjadi penghubung antara pendidikan dan dunia profesional.

Hyundai ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga pengalaman sosial, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap industri.

"Jadi kita ingin tidak hanya melalui dunia pendidikan dengan nilai akademis yang tinggi, tapi juga melalui pengalaman-pengalaman atau praktik-praktik yang mereka bisa dapatkan selama aktivitas Jump School," kata Fransiscus.