NADIKABAR.COM — Hyundai mengumumkan bahwa Ioniq V, model perdana dari lini Ioniq di China, akan meluncur di pasar China pada 29 September.

Laman Carnewschina, Selasa (22/9) melaporkan mobil yang sudah masuk masa prapesan tersebut ditawarkan dalam tiga konfigurasi dengan rentang harga 119.900 yuan (kisaran Rp318 juta) hingga 139.900 yuan (sekitar Rp371 juta).

Dirancang sepenuhnya oleh Hyundai China Design Centre, Ioniq V merupakan model strategis yang dikembangkan khusus untuk konsumen China. Hyundai juga berencana membawa bahasa desain dan konsep yang digunakan pada model tersebut ke pasar global pada masa mendatang.

Ioniq V memiliki bagian depan tertutup sepenuhnya yang menggantikan gril konvensional. Mobil ini menggunakan lampu terpisah, dengan daytime running light (DRL) horizontal yang ditempatkan di bagian atas dan lampu utama yang terintegrasi pada bemper depan.

Sedan tersebut memiliki siluet fastback yang ramping, dengan garis atap yang melandai secara perlahan dari pilar A menuju bagian belakang. Mobil itu juga dilengkapi pintu tanpa bingkai (frameless) dan trim jendela berwarna hitam.

Ioniq V memiliki panjang 4.900 milimeter, lebar 1.890 milimeter, dan tinggi 1.470 milimeter, dengan jarak sumbu roda 2.900 milimeter.

Bagian kabin mengusung desain Nebula Wrap-around. Interiornya didominasi layar kontrol tengah ultra-tipis berukuran 27 inci dengan resolusi 4K yang ditenagai chip kokpit Qualcomm Snapdragon 8295.

Sistem infotainment mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis model bahasa besar, termasuk Ernie Bot dari Baidu dan Doubao dari ByteDance. Pengemudi juga didukung sistem head-up display (HUD) Cyber Eye.

Untuk fitur berkendara cerdas, Ioniq V menggunakan sistem bantuan mengemudi Momenta yang memungkinkan navigasi otomatis saat melaju di jalan tol.

Ioniq V menggunakan konfigurasi motor tunggal yang tersedia dalam dua pilihan tenaga, yakni 140 kW (188 hp) dan 168 kW (225 hp).

Berdasarkan variannya, mobil ini menggunakan baterai LFP berkapasitas 53,5 kWh atau 66,8 kWh yang dipasok CATL.

Kedua konfigurasi tersebut menghasilkan empat pilihan jarak tempuh listrik murni berdasarkan standar CLTC, yakni 520 kilometer (421 kilometer standar WLTP), 540 kilometer (437 kilometer WLTP), 620 kilometer (502 kilometer WLTP), dan 650 kilometer (527 kilometer WLTP).