NADIKABAR.COM β€” Hyundai Indonesia menyerahkan 11 unit bus listrik Hyundai County EV hasil kolaborasi dengan karoseri lokal Laksana, sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi di Bali.

Senior Vice President and Head of Global Commercial Vehicle and Light Commercial Vehicle Business Division at Hyundai Motor Company, Chul Youn Park mengatakan bahwa pihaknya bangga dapat berkontribusi dalam mendukung transisi sistem transportasi yang lebih berkelanjutan di Bali melalui penyediaan bus listrik.

β€œDengan pengalaman global dan kehadiran yang terus berkembang di Indonesia, kami berkomitmen memperluas bisnis kendaraan niaga berbasis listrik di berbagai kota dan wilayah di Indonesia,” kata Chul Youn Park dalam keterangan resminya, Jumat.

Dalam kolaborasi tersebut, Hyundai Motor Company menyediakan platform kendaraan listrik, sedangkan Laksana mengembangkan dan memproduksi karoseri bus. Kerja sama ini juga memperlihatkan keterlibatan industri lokal dalam pengembangan kendaraan niaga berbasis listrik.

Bus County EV yang diserahkan memiliki kapasitas 20 penumpang dan dibekali baterai berkapasitas 128 kWh. Kendaraan tersebut diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh.

Jarak tempuh aktual dapat dipengaruhi kondisi jalan, beban penumpang, penggunaan pendingin udara, serta pola berkendara.

Karena itu, kesiapan infrastruktur pengisian daya dan pengelolaan operasional menjadi faktor penting dalam penerapan armada listrik untuk transportasi umum.

Program Bali E-Mobility merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang disepakati pada 2025 untuk mendorong transformasi transportasi di Bali menuju mobilitas listrik.

Selain penyerahan kendaraan, Hyundai akan menjalankan program pemantauan kualitas bus listrik di lapangan, termasuk membentuk pusat pemantauan untuk mengevaluasi kondisi kendaraan dan performa operasional sejak armada mulai digunakan.

Sebelumnya, Hyundai telah menyediakan bus County EV untuk transportasi publik di Surabaya pada November 2024.

Penyerahan armada di Bali menjadi langkah lanjutan penerapan bus listrik di daerah, dengan tantangan berikutnya memastikan keandalan kendaraan dan infrastruktur pendukung dalam operasional sehari-hari.