Selain penguatan investasi, seminar ini juga menyoroti pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat Papua dalam industri mineral dan migas. Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri diperlukan untuk memperluas kesempatan kerja serta mendorong keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dalam kegiatan eksplorasi, produksi, pengolahan, hingga hilirisasi.
Di sektor migas, penguatan eksplorasi dan produksi, dukungan infrastruktur, serta keterlibatan badan usaha milik daerah melalui skema participating interest turut menjadi perhatian. IA-ITB Papua dan Papua Barat juga mendorong pembahasan mengenai peningkatan manfaat keuangan bagi daerah penghasil untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui seminar ini, IA-ITB Papua dan Papua Barat berharap dialog antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pengelolaan potensi mineral dan migas di Tanah Papua.
"Keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari besarnya investasi atau produksi sumber daya alam, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat Papua yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Kami berharap gagasan yang lahir dari seminar ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Hengky.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional IA ITB Papua dan Papua Barat Paul Antoh mengatakan penyelenggaraan Seminar Nasional dilakukan di Jakarta untuk lebih mengkoordinasi dan bersinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Langkah ini dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.