"Reach, engagement, dan kecepatan distribusi tetap relevan, tetapi tidak lagi cukup. Komunikasi yang berdampak harus menghasilkan pemahaman, memperkuat kepercayaan, membantu publik mengambil keputusan yang lebih terinformasi, dan mendorong perubahan perilaku. Di situlah ukuran keberhasilan komunikasi perlu bergeser dari outputs menuju outcomes dan impact," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie menilai Indonesia memiliki peluang mengambil posisi strategis dalam pengembangan AI melalui penguatan infrastruktur, kebijakan, dan talenta.

Lebih lanjut, Anggota DPD RI Ni Luh Djelantik menekankan bahwa kemajuan teknologi pada akhirnya perlu dinilai dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.