Sebagaimana data pemantauan kualitas udara dari laman IQAir pada Jumat, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta sempat berada di angka 186 pada pagi hari atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 107 mikrogram per meter kubik.

Pada pukul 12.00 WIB, kualitas udara tercatat di angka 169 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 81 mikrogram per meter kubik atau 16,2 kali lebih tinggi dari nilai panduan WHO, sehingga masyarakat disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kemudian hingga menjelang tengah malam ini pemantauan sensor kualitas udara real-time IQAir masuk dalam rentang sedang hingga tidak sehat bagi kelompok sensitif, rata-rata skor AQI di kisaran 110 - 140+, di mana wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat cenderung mencatatkan angka polusi yang lebih tinggi dibandingkan Pusat atau Utara.

Meski demikian dibutuhkan adanya keterangan lebih lanjut dari instansi berwenang seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ataupun Kementerian Lingkungan Hidup terkait apakah kondisi udara di Jakarta ini berkaitan dengan asap karhutla.