NADIKABAR.COM — Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan telah menerima laporan mengenai serangkaian serangan drone yang mengancam keselamatan dan keamanan nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia (ZNPP), Ukraina.
Dalam keterangan resminya yang diunggah di platform media sosial X, Sabtu, IAEA menyebutkan bahwa serangan pada 19, 20, dan 27 September lalu telah merusak sejumlah trafo yang vital bagi pasokan listrik pembangkit.
Selain itu, serangan pada 22 September dilaporkan melumpuhkan stasiun pemantau radiasi di luar area PLTN.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menegaskan bahwa serangan yang membahayakan keselamatan nuklir sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan.
Grossi juga mendesak semua pihak untuk menahan diri secara militer guna mencegah risiko kecelakaan nuklir.
Sementara itu, CEO Rosatom Alexey Likhachev berpandangan bahwa komunitas global cepat atau lambat akan menyadari bahwa risiko nuklir di ZNPP bersumber dari tindakan gegabah pasukan Ukraina.
PLTN Zaporizhzhia terletak di tepi kiri Sungai Dnipro dekat kota Enerhodar, Ukraina.
Kompleks pembangkit tersebut berada di bawah kendali Rusia sejak Oktober 2022, dengan seluruh unitnya telah berstatus cold shutdown (penutupan dingin) sejak April 2024.
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono