NADIKABAR.COM — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan F5 menegaskan bahwa keamanan bukanlah elemen tambahan dalam implementasi kecerdasan buatan (AI), melainkan fondasi yang harus dibangun sejak awal.

Pandangan ini disampaikan dalam sesi media roundtable di sela peluncuran Indosat Intelligence Suite dan pengumuman kemitraan strategis kedua perusahaan di JW Marriott Hotel, South Beach, Singapura, Jumat (9/10/2026).

Vishal Gupta, Chief TechCo Transformation and Procurement Indosat, menekankan bahwa AI dan keamanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

"AI dan keamanan bukanlah dua entitas yang terpisah. Keamanan harus dibangun di dalam AI itu sendiri. Sudut pandang kami adalah Anda harus memiliki AI yang aman dan fleksibel. Saya tidak menganggap keamanan dan AI secara berbeda," ujar Vishal.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Vikram Sinha dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa F5 dipilih sebagai mitra strategis karena rekam jejaknya yang andal dan terpercaya di bidang keamanan siber. "Mereka adalah salah satu yang paling andal dan terpercaya dalam hal keamanan," katanya.

Senada dengan Vishal, Chad Whalen, Global Chief Revenue Officer F5, menyatakan bahwa AI dan keamanan saling terkait erat. Menurutnya, perkembangan AI yang sangat cepat telah mengubah ekosistem teknologi, bahkan AI bisa membahayakan pengguna jika tidak diantisipasi.

"Jika Anda tidak menerapkan keamanan saat menerapkan AI, Anda berisiko dieksploitasi oleh AI. Jadi secara keseluruhan, ini semacam yin dan yang," ujar Chad.

Ia menjelaskan bahwa ada hal mendasar yang harus diperhatikan dalam penggunaan AI, seperti mengurangi risiko serangan dan memiliki keyakinan bahwa integritas data terjaga.

Chad mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kecepatan perubahan AI. Namun, ia merasa yakin platform yang dikembangkan bersama Indosat dapat memenuhi kebutuhan masing-masing pelanggan dengan aman.

Menjawab kekhawatiran tentang kebocoran data rahasia dan pribadi yang sering menjadi isu besar di Indonesia, Chad menjelaskan bahwa F5 memiliki teknologi sebagai solusi kekhawatiran itu, yang diterapkan di Indosat Intelligence Suite

Salah satunya adalah manajemen kebijakan yang dapat berupa konfigurasi global yang bisa diterapkan ke semua model AI sekaligus, jika diperlukan. "Seluruh mekanisme pengendalian berada di dalam platform," sebut Chad.

"Bagi kami, yang terpenting adalah memberikan keamanan dan jaminan bahwa aset Anda terlindungi, serta memastikan agen AI hanya mengakses hal-hal yang memang diizinkan untuk mereka akses. Itulah inti dari profil risiko, yaitu memastikan bahwa setiap agen memiliki tingkat kontrol akses yang tepat pada setiap waktu," imbuhnya.

Sebagai tambahan, Vishal menyebut pihaknya juga dapat memberikan isolasi fisik kepada konsumen. "Jika seseorang ingin GPU mereka diisolasi sepenuhnya dari yang lain, sehingga model-model tidak saling berkomunikasi di dalam klaster, kami bahkan dapat menyediakan isolasi seperti itu," sebutnya.

Kemitraan strategis Indosat dan F5 serta peluncuran Indosat Intelligence Suite diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat adopsi AI yang aman, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi bisnis di Indonesia pada khususnya.