Sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat yang hadir dalam audiensi turut menawarkan langkah kolaborasi yang lebih konkret bagi para generasi muda.
Dede Yusuf menekankan pentingnya agar para duta daerah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi ikut terlibat dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Ia juga menyampaikan akan berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar terdapat payung regulasi yang dapat memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap para duta dan alumninya.
Sementara itu, Sabam Sinaga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap kepemudaan, tidak hanya olahraga. Ia membuka ruang kolaborasi melalui program kepemudaan seperti Youth Camp serta mengarahkan komunitas untuk memanfaatkan akses pendanaan kebudayaan dan menghubungkan program mereka dengan pemerintah.
Dina Lorenza turut mendorong generasi muda memanfaatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi daerah. Menurutnya, kreativitas dan media digital dapat menjadi sarana untuk mempromosikan desa wisata serta berbagai potensi daerah dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan keberlanjutan destinasi.
Dalam sesi tanggapan, Ibas menekankan pentingnya kepemimpinan yang bersedia mendengar aspirasi generasi muda.
Ia mengutip ungkapan 'To lead is to listen', bahwa kepemimpinan juga membutuhkan kemampuan untuk mendengar, memahami, dan menyerap berbagai kegelisahan serta gagasan masyarakat.
"Tidak banyak kesempatan di mana generasi muda dapat secara terbuka dan lugas menyampaikan pandangan dalam forum seperti ini. Apa yang kita dengarkan hari ini dapat memperkaya tentang apa yang kalian rasakan dan pikirkan," ujar Ibas.
Menurutnya, tidak seluruh persoalan yang disampaikan generasi muda dapat langsung diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, aspirasi tersebut tetap penting sebagai bagian dari proses demokrasi dan menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan.
Salah satu peserta audiensi, Rizka Sakina, Mojang Jawa Barat yang mewakili Kota Depok, mengapresiasi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dalam forum tersebut.
Ia berharap pertemuan bersama Ibas dan para anggota Fraksi Partai Demokrat dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berdampak bagi para duta daerah, khususnya dalam membangun kerja sama kolektif untuk melestarikan budaya Nusantara.
Generasi Muda sebagai Problem Solver
Wakil Rakyat dari Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VII itu mengajak generasi muda tidak sekadar mengidentifikasi persoalan, tetapi mengambil peran sebagai problem solver.
"Kami berharap solusi itu tumbuh dari teman-teman semuanya. Kalau hari ini kalian menjadi bagian dari masalah, sudah banyak yang akan berperan seperti itu. Tetapi kalau kalian menjadi bagian dari problem solver, itulah yang terbaik," katanya.
Ia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan, tetapi dilanjutkan dengan kerja nyata melalui komunitas dan jejaring lintas daerah.
"Jangan pernah berhenti untuk belajar. Jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Buka lapangan pekerjaan, angkat budaya, dan jaga lingkungan," pesan Ibas.
Menutup audiensi, Ibas berharap generasi muda yang hadir dapat terus mengembangkan kapasitas dan karya hingga menjadi bagian dari kepemimpinan nasional di masa depan.
"Masa depan yang baik bukan masa depan yang kita tunggu, tetapi masa depan yang bisa kita ciptakan sendiri, dari tangan-tangan dan keringat kita sendiri," pungkasnya.
Sebagai informasi, turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, yakni Marwan Cik Asan, Rizki Natakusumah, Hillary Brigita Lasut, Dina Lorenza, Dede Yusuf, Sabam Sinaga, dan Anita Jacoba Gah.