"Ilmu dan akhlak harus menghasilkan manfaat. Mulailah dari hal-hal kecil. Bantu teman untuk belajar, bantu lingkungan kampus menjadi lebih baik, ciptakan gagasan baru, jaga kebersihan, dan lakukan kegiatan sosial. Jangan menunggu menjadi pejabat atau sarjana untuk memberikan manfaat. Mulailah dari sekarang," jelas Ibas.
Menurut Ibas, ketiga hal tersebut merupakan fondasi penting untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi persaingan global.
Pesantren, Pancasila, dan Masa Depan Kebangsaan
Dalam kapasitasnya, sebagai Wakil Ketua MPR RI, Ibas turut menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila, konstitusi, dan persatuan Indonesia dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan nasionalisme bukan sekedar mengibarkan bendera Merah Putih atau mengucapkan kata cinta tanah air, melainkan kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
"Nasionalisme adalah kesediaan untuk bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Belajar sungguh-sungguh, menjaga kejujuran, menghormati perbedaan, dan bekerja untuk kepentingan bersama juga merupakan bagian dari pengabdian kepada Indonesia," tuturnya.
Ibas mengajak para santriwati untuk menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman, menghormati perbedaan, serta berkontribusi bagi kehidupan masyarakat yang adil, demokratis, dan sejahtera. Ia juga menyampaikan harapan agar dunia terhindar dari pertikaian dan konflik. Secara khusus, Ibas mengajak seluruh hadirin mendoakan rakyat Palestina agar memperoleh kemerdekaan, perdamaian, dan keselamatan.
Gontor Terus Melahirkan Generasi yang Bermanfaat Bagi Umat dan Bangsa
Menutup kuliah umumnya, Ibas menitipkan tiga pertanyaan kepada para santriwati untuk menjadi bahan refleksi setelah mengikuti kegiatan tersebut. Pertama, ilmu apa yang akan terus ditingkatkan? Kedua, akhlak apa yang akan terus diperbaiki? Ketiga, karya apa yang akan mulai dilakukan untuk memberikan manfaat kepada orang lain?
Ibas berharap Pondok Modern Darussalam Gontor terus menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang kuat keimanannya, luas wawasan dan pergaulannya, unggul ilmunya, luhur akhlaknya, serta nyata pengabdiannya.
"Indonesia membutuhkan generasi yang kuat imannya, luas pergaulan dan wawasannya, unggul ilmunya, luhur akhlaknya, dan nyata pengabdiannya. Itulah generasi yang kita butuhkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045," ungkapnya.
Ia juga mengajak para santriwati untuk menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, termasuk narkoba, perjudian, pergaulan bebas, dan perkelahian, serta senantiasa menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan. Ibas menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan pondok, kiai, ustaz, ustazah, dan para pendidik yang telah menjalankan pengabdian dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda Indonesia.
"Jadilah santriwati yang imannya mengakar, ilmunya terus menerangi, akhlaknya terjaga, dan karyanya memberikan manfaat bagi Indonesia dan dunia. Mari kita siapkan masa depan bukan hanya dengan harapan dan mimpi, tetapi juga dengan ilmu, integritas, dan kerja nyata," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kehadiran Ibas di tengah keluarga besar Gontor. Ia menyebut keluarga Yudhoyono memiliki kedekatan historis dengan dunia pesantren. Ayah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan alumni pondok yang didirikan KH Hasyim Muzaddab, sementara ibunda SBY merupakan alumni Pondok Tremas, Pacitan, Jawa Timur.
"Kami sangat bangga dan bersyukur atas kehadiran beliau di Pondok Modern Darussalam Gontor. Keluarga besar Bapak SBY memiliki hubungan yang dekat dengan dunia pesantren. Kehadiran Mas Ibas tentu menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami," ungkap Mujib.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Wakil Direktur Kulliyyatu-l-Mu'allimat Al-Islamiyyah (KMI) Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz H. Arif Irfanuddin, bersama jajaran pimpinan, pengasuh, tenaga pendidik, serta sekitar 2.000 santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1.