"Harapan untuk pendidikan yang lebih mudah, murah, dan berkualitas adalah harapan besar bagi kita semua. Tetapi tantangannya harus kita pikirkan secara matang. Tidak boleh tergesa-gesa karena ada faktor fiskal dan anggaran yang harus dipikirkan secara berkelanjutan," katanya.

Menurut Ibas, pemenuhan anggaran pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari besaran persentase anggaran, tetapi juga harus mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan ruang fiskal yang tersedia. Dia berharap seiring meningkatnya kapasitas ekonomi Indonesia, akan semakin terbuka ruang untuk memperluas akses pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.

Bonus Demografi Harus Dijawab dengan Pendidikan

Ibas juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah memiliki modal besar berupa bonus demografi. Jumlah penduduk usia muda yang besar merupakan peluang sekaligus tantangan bagi masa depan bangsa. Karena itu, bonus demografi harus diikuti dengan investasi serius pada pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan karakter generasi muda.

"Kita surplus dari sisi jumlah penduduk muda. Tetapi surplus atau bonus itu juga harus kita sikapi. Ada banyak hal yang harus kita pikirkan: kemandirian pangan, kemandirian energi, dan kemandirian pendidikan," ujar Ibas.

Dia menilai program beasiswa seperti KIP Kuliah maupun LPDP perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kepada sivitas akademika Unpad, Ibas juga mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat riset yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menjadi masukan bagi pembuat kebijakan maupun sektor swasta. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan nasional, mulai dari pangan, energi, kesehatan, hingga hukum dan ketatanegaraan.

"Riset yang dilakukan kampus harus bisa diteruskan kepada para pemangku kebijakan maupun sektor swasta dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," katanya.

Ibas mengapresiasi Unpad yang terus mengembangkan pendidikan dan riset serta membangun kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Dia berharap Unpad semakin kuat sebagai kampus yang inklusif, berdampak, dan mendunia.

Mahasiswa Tidak Hanya Butuh Ilmu, tetapi Juga Karakter

Di hadapan mahasiswa, Ibas berpesan agar pendidikan tinggi tidak hanya dimanfaatkan untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga untuk membangun karakter, pengalaman, dan kepedulian terhadap bangsa.

"Jangan hanya sekadar belajar ilmu pendidikan di kampus dengan dosen-dosen dan para pakar yang hebat. Tetapi kalian juga harus memperkuat karakter," ujar Ibas.