Ibas mengingatkan agar bantuan pemerintah diprioritaskan bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria penerima manfaat. Dia juga meminta masyarakat, kepala desa, dan camat menyampaikan informasi jika masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Selain bedah rumah, Ibas menyoroti pemerataan akses listrik melalui program BPBL. Dalam kegiatan tersebut, dia mengapresiasi dukungan PLN UP3 Madiun dalam pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat yang belum memiliki akses listrik memadai.

Bantuan tersebut mencakup pemasangan instalasi dan tiga titik lampu di setiap rumah penerima manfaat. Ibas turut menyalakan sakelar lampu di salah satu rumah sebagai simbol harapan agar semakin banyak keluarga dapat menikmati akses listrik.

"Indonesia harus terang. Jangan sampai negara terus membangun jalan, jembatan, bandara, bendungan, dan berbagai infrastruktur besar, tetapi masih ada rumah masyarakat yang belum menikmati penerangan listrik. Kita harus memastikan seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati listrik," tegasnya.

Menurut Ibas, listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan anak, produktivitas keluarga, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Pendidikan, Kesehatan, dan Pertanian Jadi Perhatian

Di sektor pendidikan, Ibas berharap tidak ada anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Dia mendorong masyarakat memanfaatkan program dukungan pendidikan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), sesuai ketentuan yang berlaku.