"Pendidikan adalah yang utama. Anak-anak kita tidak boleh ada yang putus sekolah. Kita ingin generasi penerus menjadi semakin cerdas, memiliki karakter yang baik, dan kelak mampu menjadi pemimpin serta sumber daya manusia yang membangun Indonesia," tegasnya.

Ibas juga mendorong penguatan pelayanan kesehatan melalui posyandu, puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya. Perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, persalinan, pemenuhan gizi anak, serta pendampingan tumbuh kembang dinilai penting untuk membangun generasi yang sehat.

Sementara di sektor pertanian, Ibas menyoroti kebutuhan petani Magetan terhadap infrastruktur irigasi dan ketersediaan pupuk bersubsidi. Dia meminta distribusi pupuk dilakukan secara tepat sasaran dan tersedia saat petani memasuki musim tanam.

"Kita ingin para petani dapat bekerja dengan tenang. Irigasi harus terus diperbaiki, pupuk harus tersedia, dan distribusinya harus tepat sasaran. Jangan sampai petani kesulitan mendapatkan pupuk ketika memasuki musim tanam," jelasnya.

Menurutnya, pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Peningkatan produktivitas juga perlu diiringi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh tani.

Menutup kegiatan, Ibas mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dasar, mulai dari perumahan, listrik, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian. Dia juga mengapresiasi sinergi anggota DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pihak dalam mengawal program pemerintah.

"Terus ingatkan kami. Ingatkan Mas Ibas, Pak Soim, dan Pak Pangayoman untuk senantiasa mengawal kemaslahatan rakyat. Kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasinya, dan memperjuangkan agar kehidupan masyarakat semakin baik, semakin sejahtera, dan semakin bahagia," pungkasnya.