NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengawal sejumlah program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Program tersebut mencakup bantuan rumah tidak layak huni melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), hingga penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
"Sebagai wakil rakyat, kami terus berupaya mengawal pemerintah agar pemimpin kita senantiasa mengabdi kepada rakyat, memikirkan yang terbaik untuk kemajuan, kesejahteraan, persatuan, dan kesatuan. Setiap aspirasi masyarakat akan terus kami perjuangkan," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
Komitmen tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan Temu Massa Penerima Program BPBL dan BSPS di Desa Tegal Arum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Kamis (29/10). Dalam kegiatan itu, dia hadir bersama anggota DPRD Kabupaten Magetan Pangayoman dan Soim serta jajaran pemerintah daerah dan pemerintah desa.
Salah satu program yang menjadi perhatian Ibas adalah BSPS atau program bedah rumah. Dia mencontohkan bantuan yang diterima Pargiono, warga Desa Tegal Arum, yang sebelumnya tinggal di rumah berdinding kayu dan tripleks dengan kondisi yang membutuhkan perbaikan.
Melalui program BSPS, Pargiono mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta untuk memperbaiki rumahnya. Perbaikan mencakup pembenahan dinding dan atap agar hunian menjadi lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarga.
"Alhamdulillah, rumah Pak Pargiono hari ini sudah lebih baik berkat bantuan BSPS dari pemerintah. Program seperti ini harus terus kita kawal agar saudara-saudara kita yang membutuhkan juga mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama," ungkap Ibas.
Pargiono mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selain perbaikan rumah, keluarganya juga mendapatkan bantuan pemasangan listrik.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Ibas dan semua pihak yang sudah membantu memperjuangkan kebutuhan masyarakat kecil seperti kami. Alhamdulillah, sekarang saya bisa memiliki rumah yang lebih layak untuk ditempati dan listrik yang menerangi rumah. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami agar bisa menjalani kehidupan yang lebih baik," ungkap Pargiono.
Ibas mengingatkan agar bantuan pemerintah diprioritaskan bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria penerima manfaat. Dia juga meminta masyarakat, kepala desa, dan camat menyampaikan informasi jika masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Selain bedah rumah, Ibas menyoroti pemerataan akses listrik melalui program BPBL. Dalam kegiatan tersebut, dia mengapresiasi dukungan PLN UP3 Madiun dalam pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat yang belum memiliki akses listrik memadai.
Bantuan tersebut mencakup pemasangan instalasi dan tiga titik lampu di setiap rumah penerima manfaat. Ibas turut menyalakan sakelar lampu di salah satu rumah sebagai simbol harapan agar semakin banyak keluarga dapat menikmati akses listrik.
"Indonesia harus terang. Jangan sampai negara terus membangun jalan, jembatan, bandara, bendungan, dan berbagai infrastruktur besar, tetapi masih ada rumah masyarakat yang belum menikmati penerangan listrik. Kita harus memastikan seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati listrik," tegasnya.
Menurut Ibas, listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan anak, produktivitas keluarga, dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Pendidikan, Kesehatan, dan Pertanian Jadi Perhatian
Di sektor pendidikan, Ibas berharap tidak ada anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Dia mendorong masyarakat memanfaatkan program dukungan pendidikan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pendidikan adalah yang utama. Anak-anak kita tidak boleh ada yang putus sekolah. Kita ingin generasi penerus menjadi semakin cerdas, memiliki karakter yang baik, dan kelak mampu menjadi pemimpin serta sumber daya manusia yang membangun Indonesia," tegasnya.
Ibas juga mendorong penguatan pelayanan kesehatan melalui posyandu, puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya. Perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, persalinan, pemenuhan gizi anak, serta pendampingan tumbuh kembang dinilai penting untuk membangun generasi yang sehat.
Sementara di sektor pertanian, Ibas menyoroti kebutuhan petani Magetan terhadap infrastruktur irigasi dan ketersediaan pupuk bersubsidi. Dia meminta distribusi pupuk dilakukan secara tepat sasaran dan tersedia saat petani memasuki musim tanam.
"Kita ingin para petani dapat bekerja dengan tenang. Irigasi harus terus diperbaiki, pupuk harus tersedia, dan distribusinya harus tepat sasaran. Jangan sampai petani kesulitan mendapatkan pupuk ketika memasuki musim tanam," jelasnya.
Menurutnya, pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Peningkatan produktivitas juga perlu diiringi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh tani.
Menutup kegiatan, Ibas mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dasar, mulai dari perumahan, listrik, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian. Dia juga mengapresiasi sinergi anggota DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pihak dalam mengawal program pemerintah.
"Terus ingatkan kami. Ingatkan Mas Ibas, Pak Soim, dan Pak Pangayoman untuk senantiasa mengawal kemaslahatan rakyat. Kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasinya, dan memperjuangkan agar kehidupan masyarakat semakin baik, semakin sejahtera, dan semakin bahagia," pungkasnya.