Meski demikian, bukan berarti penggunaan media sosial selalu berdampak buruk bagi ibu baru. Penelitian tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan emosi positif maupun negatif.
Psikolog Rachel Diamond, Ph.D., LMFT, PMH-C, yang tidak terlibat penelitian, mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa berbagai bentuk interaksi digital tidak bisa disamaratakan.
Seorang ibu baru mungkin hanya memiliki cukup waktu dan energi untuk berkomunikasi melalui telepon atau pesan. Namun, bentuk komunikasi tersebut belum tentu memberikan rasa terhubung yang sama seperti ketika bertemu langsung.
Penelitian juga melihat kondisi ibu yang mengalami gejala depresi atau kecemasan. Pada kelompok tersebut, interaksi tatap muka tetap berkaitan dengan lebih sedikit emosi negatif, sementara interaksi virtual berkaitan dengan lebih sedikit emosi positif dan lebih banyak emosi negatif.
Diamond mengingatkan bahwa pertemuan langsung bisa terasa sulit atau melelahkan bagi ibu yang sedang mengalami tekanan emosional. Oleh karena itu, temuan tersebut tidak berarti ibu baru harus memaksakan diri untuk selalu bertemu orang lain.