Sagiyem mengaku sudah tak tahan dengan kelakuan anaknya yang telah menjadi pemadat.

Ia mengaku rela menyerahkan anaknya, karena AG sering mencuri uang hingga menjual dan menggadaikan barang-barang berharga milik keluarga untuk membeli narkoba.

"Iya, biar hati aku lega nyerahkan anak tadi. Olehnya aku sudah kesal, ada duit Rp20 ribu diambilnya, padahal kita mau beli sayur mau masak tidak ada lagi. Iya barang semua bisa dijualnya, digadaikannya. Misal kain panjang kita untuk mau mati saja diambilnya dan dijualnya, panci sering digadaikan. Kalau tidak dikasih ngamuk marah," keluh Sagiyem.

Menanggapi tindakan emak-emak tersebut, Kasat Narkoba Polrestabes Palembang mengapresiasi dan menindaklanjuti untuk didalami.

"Kami apresiasi kepada yang bersangkutan. Kami akan melakukan tes urine kepada anaknya, dan mendalami kenapa sampai diserahkan kepada kita, apakah sebagai pemakai berat atau tidak," kata Burhanudin.

Selanjutnya, para pelaku dan barang bukti diamankan ke kantor polisi guna dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.