Petugas juga mendapati sejumlah barang di dalam rumah dalam kondisi berantakan. Kepada polisi, Noviana mengaku dirinya bersama anak perempuannya dikurung di dalam kamar dan tidak diperbolehkan keluar rumah.

Korban menyebut kekerasan terjadi pada Minggu (18/10) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah suaminya pulang bekerja. Penganiayaan itu diduga dipicu persoalan keterlambatan menjemput.

Noviana mengaku dicekik, diinjak, serta dipukul menggunakan tangan kosong pada bagian wajah dan tubuh. Akibatnya, bibir korban pecah.