"Pas ditegur kedua kali, orangnya malah jawab 'Alah wong sampah plastik ae, mari ngene mari mbak', dan enggak mau mematikan," lanjutnya.
Teguran tersebut berujung cekcok mulut setelah tetangganya membalas dengan nada tinggi dan membawa status keberadaan Novrinia sebagai pendatang, hingga merembet ke serangan fisik secara verbal.
"Dia bilang 'Wong kon pendatang ae! Kon sing ngalih o'. Karena kalah argumen, dia malah ngata-ngatain 'raimu kayak ngono ae' membawa fisik. Terus istrinya juga datang bukannya meredakan malah bilang 'Wis ojok dipateni! Ojok dipateni!'," jelasnya.
Pasca kejadian yang berujung viral di media sosial tersebut, Novrinia mengaku dihubungi pihak Kelurahan Ngaglik untuk melakukan mediasi. Namun, ia merasa janggal dan terintimidasi dengan respons perwakilan kelurahan yang meminta dirinya hadir sendirian tanpa didampingi suami.