"Pihak kelurahan telepon bilang pak lurah minta mediasi sekarang dan suruh take down video. Saya bilang enggak bisa sekarang karena di rumah sendiri jaga bayi, suami lagi kerja. Tapi dijawab harus sendiri, enggak boleh sama suami," tutur Novrinia.

Bahkan, kata Novrinia, perwakilan pihak kelurahan tersebut sempat menakut-nakutinya dengan ancaman konsekuensi hukum karena pihak lawan diklaim membawa pengacara.

"Orangnya bilang di sana ada pengacara, terus tanya 'Berarti sudah siap untuk menerima konsekuensinya laporan?'. Saya kan ngerasa, lho kok responnya gini, harusnya membela saya sebagai korban kok malah menekan begitu. Tapi saya tegaskan, saya siap maju demi anak saya," tegasnya.

Hingga saat ini, Novrinia menegaskan belum ada mediasi resmi maupun permintaan maaf secara langsung dari pihak tetangganya. "Harapannya semoga pelakunya dikasih efek jera. Biar diproses sama polisi dan ada tindakan tegas," tandasnya.