Daisy kemudian memutuskan mendatangi restoran untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung. Namun, setibanya di lokasi, ia mengaku tidak dapat membawa barang yang hendak diambilnya. Daisy menceritakan sempat menghubungi pegawainya pada pukul 18.48 WIB sebelum memutuskan berangkat ke lokasi sekitar pukul 19.30 WIB. Ia baru dapat meninggalkan tempat tersebut sekitar pukul 22.00 WIB, tetapi pulang tanpa membawa barang yang dimaksud.

"Kejadiannya itu, pokoknya pemesanan Mama itu jam 6.48 Mama hubungin pegawainya Mama. Karena dia bilang tidak bisa, akhirnya Mama putuskan untuk berangkat ke sana sekitar setengah 8. Sampai mungkin jam 10-an baru Mama bisa pulang dengan tangan hampa ya gitu loh," ujar Daisy.

Selain persoalan pengambilan barang, Daisy dan pihak kuasa hukum juga menyoroti dugaan penguncian pagar serta pintu restoran yang disebut terjadi pada hari yang sama. Erles mengungkapkan situasi di lokasi saat itu dinilai tidak manusiawi karena Daisy dan sejumlah karyawan disebut mengalami kesulitan untuk keluar, bahkan ketika hendak menggunakan kamar mandi.

"Dan yang satu sama sekali tidak sopan. Di kala Bu Daisy dan adik-adik yang bekerja di resto tersebut minta izin untuk ke kamar mandi pun tidak diizinkan. Pagarnya digembok, pintu digembok. Mereka harus izin untuk keluar apa, pokoknya digembok gitu loh," kata Erles.