"Nah sesampainya saya di sana, saya tetap tidak diizinkan. Saya sampai memohon, 'Gimana kok ini namanya penyanderaan barang kan. Saya hanya, memang tugas kami, pekerjaan kami adalah restoran gitu loh, dan restoran kita ini udah hampir 1 bulan dari sejak tanggal 2 kita udah nggak operasi lagi karena situasi pembongkaran gedung dan lain-lain sebagainya. Sedikit sekali yang kita dapat income dari air ini, tapi kita harus menjaga relationship dengan customer kita kan' gitu. 'Oh tetap tidak bisa'," kata Daisy.
Situasi kemudian memanas ketika Daisy berusaha membawa sendiri satu kardus air mineral untuk memenuhi pesanan pelanggan. Namun, ia mengaku akses keluar telah ditutup dan dirinya didorong oleh salah seorang petugas keamanan.
"Iya. Jadi Mama tuh bawa nenteng air kan, karena Mama. 'Kenapa orang cuman air kok pesenan orang, ini pesenan orang lho Pak, air, saya bisa malu kalau Anda tahan' gitu kan. Karena itu sudah regular customer. Nah Mama bawa, Mama kan kekuatan Mama cuman bawa satulah ya kardus yang isi air 24 botol gitu. Mama bawa keluar, pintunya sudah ditutup. Didorong!" kata Daisy.
Atas kejadian tersebut, Daisy bersama kuasa hukumnya memutuskan menempuh jalur hukum. Erles menegaskan pihak yang diadukan mencakup J, sejumlah pihak dari manajemen, serta beberapa petugas keamanan yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Pihaknya juga mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti untuk mendukung pengaduan, termasuk foto petugas keamanan dan rekaman video terkait kejadian yang dilaporkan.