Kemudian, siapkan β€˜ruang bersih’ (clean room) di rumah/ruangan dengan sedikit jendela dan pintu, dilengkapi alat pembersih udara portabel (bukan tipe ozone-generating).

Selama kabut asap berlangsung, jaga anak tetap di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup; bila menggunakan AC, atur agar tidak menarik udara segar dari luar (dengan mode closed vent atau air recirculation).

Disarankan menjaga kualitas udara dalam rumah dengan menghindari rokok, kompor gas/kayu bakar, perapian, lilin, semprotan aerosol, memanggang/menggoreng daging, serta menyedot debu (vacuum), karena semua ini dapat memperburuk kualitas udara dalam ruangan.

Batasi aktivitas fisik berat anak di luar ruangan bila udara terlihat/berbau berasap atau kualitas udara dilaporkan buruk. Jika harus keluar rumah, pakai masker bila anak berusia 2 tahun atau lebih untuk mencegah menghirup partikel asap yang berbahaya, dan pakai kacamata untuk mencegah iritasi asap terhadap mata.

Selain itu, anak dengan asma, alergi, atau kondisi kronis lain berisiko lebih tinggi, pastikan obat rutin (termasuk obat pereda cepat/rescue inhaler) selalu tersedia. Segera cari bantuan medis bila anak mengalami kesulitan bernapas, sangat mengantuk, atau menolak makan/minum."Kami dari UKK Respirologi IDAI mengajak semua pihak baik orang tua, guru, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah, untuk bersinergi dalam melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya asap karhutla. Selain mengikuti kiat-kiat tadi, pantau kualitas udara secara berkala, dan pastikan anak-anak kita tetap aman dan sehat,” kata Wahyuni,