Dalam diskusi tersebut, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Khairiyadi, Sp.A, Subsp.Respi.(K), M.Kes membagikan pengalamannya dalam menangani anak-anak yang terdampak permasalahan kesehatan pernapasan akibat karhutla kali ini.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu menjelaskan dalam paparan materinya memang terdapat peningkatan penanganan pasien anak dengan penyakit respirasi dalam beberapa waktu terakhir bertepatan dengan terjadinya karhutla.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak ditemui di tempatnya berpraktik. Dengan kenaikan dimulai dari bulan Agustus 2026 dengan jumlah pasien yang ditanganinya mencapai 21 pasien dan angka itu naik hingga 37 pasien di Oktober 2026.

Selain ISPA, dokter Khariyadi menjelaskan beberapa pasien anak yang ditanganinya dengan penyakit bawaan seperti asma selama terjadinya karhutla ternyata sering kali mengalami asma berulang.