Di Indonesia, pemantauan sentinel menunjukkan fluktuasi positif influenza sepanjang tahun dengan puncak pada akhir 2025 dan lonjakan kembali pada pertengahan 2026.

Kementerian Kesehatan RI juga mengumumkan subtipe Influenza A H3N2 subklad K telah terdeteksi di 13 provinsi. Lonjakan pasien turut dilaporkan terjadi di Jawa Timur.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K) mengatakan anak merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi influenza.

β€œData global menunjukkan bahwa anak usia 0–17 tahun memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza simtomatik dibandingkan orang dewasa,” ujar Hikari.

Ia menjelaskan sistem imun anak masih naif sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus. Anak juga cenderung melepaskan virus dalam jumlah lebih banyak dan lebih lama sehingga berpotensi menjadi sumber penularan di lingkungan keluarga dan sekolah.