Data IDAI menunjukkan sekitar lima persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap. Sebanyak 80 persen di antaranya merupakan anak di bawah usia dua tahun, dengan 50 persen berusia kurang dari enam bulan.
Selain vaksinasi, IDAI mengingatkan penerapan langkah pencegahan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta tidak membawa anak yang sakit ke sekolah atau tempat bermain sampai benar-benar pulih.
Anak sendiri diketahui dapat menularkan virus influenza sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya. Oleh karenanya, pada anak yang terinfeksi IDAI merekomendasikan istirahat cukup, hidrasi adekuat, serta pemberian obat penurun demam sesuai indikasi.
Pada pasien berisiko tinggi atau dengan gejala berat, obat sesuai resep dokter dapat diberikan dengan dosis berdasarkan usia dan berat badan, idealnya dalam 48 jam pertama.
IDAI juga mengingatkan orang tua untuk mewaspadai tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak turun, penurunan kesadaran, atau dehidrasi dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.