NADIKABAR.COM — Musisi dan penulis lagu Idgitaf berbicara tentang relevansi album studio keduanya yang bertajuk Berusaha di Bawah Hujan dengan kondisi masyarakat kini setelah memenangkan tiga penghargaan dalam ajang AMI Awards 2026 berkat album itu.

Penerima penghargaan kategori Karya Produksi Album Terbaik Terbaik untuk album Berusaha di Bawah Hujan, Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik untuk lagu "Sedia Aku Sebelum Hujan", serta Video Lirik Pilihan Penikmat Musik dalam ajang AMI Awards 2026 itu memanfaatkan sorotan untuk membahas situasi terkini dalam masyarakat.

"Saya ingin memanfaatkan ruang ini untuk menyuarakan perjuangan lain yang jauh lebih besar di luar sana, khususnya melihat situasi Indonesia hari ini yang sedang tidak mudah bagi banyak orang," kata musisi bernama asli Brigitta Meliala itu dalam siaran persnya di Jakarta pada Jumat.

"Di luar sana, ada yang sedang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir. Dan ada juga yang sangat merindukan hujan karena kebakaran hutan. Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas," ia menuturkan.

Idgitaf juga menekankan pentingnya empati dalam situasi sosial seperti sekarang.

"Karya ini lahir dari rasa resah, dan saya ingin mengingatkan bahwa di tengah situasi sesulit apa pun, kita perlu tetap saling peduli dan saling jaga," katanya.

Album Berusaha di Bawah Hujan dirilis pada Mei 2026 dan telah mencapai lebih dari 409 juta pemutaran di platform Spotify.

Daftar lagu dalam album tersebut mencakup "Sedia Aku Sebelum Hujan", karya kolaborasi bersama Hindia yang berjudul "Masih Ada Cahaya", serta lagu "Mendung" yang baru-baru ini dirilis bersama Yura Yunita.

Angka pemutaran album tersebut dinilai mencerminkan bagaimana tema-tema hubungan antar-manusia dan kerentanan dalam lagu-lagunya relevan dengan keseharian para pendengar.