Lenny mengatakan konten visual melalui platform digital dapat digunakan untuk menceritakan proses pembuatan batik kepada konsumen, termasuk kerumitan proses manual dan keterampilan yang dibutuhkan perajin.

β€œPlatform digital menjadi sarana edukasi visual yang sangat efektif untuk menceritakan proses pembuatan batik kepada audiens global,” ujarnya.

Menurut Lenny, edukasi tersebut penting karena batik tulis memiliki karakter produksi yang berbeda dengan produk fashion massal.

Proses pembuatan batik tulis membutuhkan waktu dan keterampilan tangan melalui sejumlah tahapan, sehingga produk tersebut tidak tepat jika hanya dibandingkan berdasarkan harga dengan produk fast fashion.

Karena itu, menurut Lenny, strategi pengembangan batik perlu menekankan nilai produk, termasuk aspek eksklusivitas dan proses pembuatannya, agar konsumen memahami perbedaan antara batik sebagai karya budaya dengan tekstil bermotif batik hasil printing.