Dari sisi kualitas, pelaku industri juga perlu meningkatkan kenyamanan bahan dan standar pengerjaan agar produk batik dapat bersaing dengan produk fashion internasional.

β€œStandardisasi kualitas, meningkatkan kenyamanan bahan, misalnya menggunakan katun premium, sutra, atau linen dan kerapian jahitan agar sebanding dengan merek internasional,” ujarnya.

Lenny menambahkan kolaborasi antara desainer modern dan perajin tradisional juga diperlukan untuk menghasilkan koleksi ready-to-wear yang tetap memiliki nilai seni sekaligus sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dengan begitu pengembangan batik tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk fashion bernilai tambah yang memiliki ruang pasar lebih luas, termasuk di pasar global.