Kenaikan harga energi berpotensi memperumit langkah The Fed, karena tekanan inflasi dapat membatasi ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter. Sedangkan keputusan BOJ akan menjadi perhatian bagi pelaku pasar yang memantau arah kebijakan suku bunga Jepang dan prospek Yen.
Sementara itu, harga minyak Brent menguat 4 persen pada level 99 dolar AS barel pada Kamis (22/10), akibat kekhawatiran eskasi ketegangan di Timur Tengah.
Dilaporkan bahwa militer AS dan Israel telah menyusun rencana khusus untuk melancarkan serangan kembali terhadap Iran setelah pemilihan umum sela bulan depan. Serangan baru oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi dan bandara di Arab Saudi, juga memicu kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan.
Bursa Eropa kompak melemah pada Kamis (22/10), di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,96 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,26 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,07 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 1,39 persen.
Bursa Wall Street AS juga mayoritas melemah pada Kamis (22/10), di antaranya indeks S&P 500 melemah 1,21 persen, indeks Nasdaq Composite melemah 2,60 persen, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,02 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei melemah 1,44 persen ke 62.028,00, indeks Shanghai melemah 1,40 persen ke 3.606,96, indeks Hang Seng menguat 0,07 persen ke 22.950,95, indeks Kospi melemah 2,21 persen ke 5.411,17, dan indeks Straits Times menguat 0,57 persen ke 5.384,95.