Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu November 2026, meskipun laporan sebelumnya menyebutkan pemerintahannya tengah mempertimbangkan serangan lanjutan dalam beberapa pekan mendatang.
Dari AS, Badai Isaias juga mengancam fasilitas produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko, sehingga perusahaan energi telah menghentikan sekitar 500.000 barel produksi harian.
Di sisi lain, sentimen investor cenderung defensif seiring meningkatnya kehati-hatian terhadap valuasi saham teknologi dan keberlanjutan tren bullish pasar.
King Lip dari BakerAvenue Wealth Management menilai pasar bullish belum berakhir, namun sedang menghadapi ujian akibat kombinasi biaya pinjaman yang meningkat dan ketidakpastian global.
Menurutnya, pertumbuhan laba perusahaan dan peningkatan produktivitas berbasis AI masih dapat menopang pasar, meskipun volatilitas diperkirakan meningkat.
βInvestor akan mencermati keberlanjutan pertumbuhan laba, perkembangan sektor AI, serta kemampuan pasar menyerap tekanan tanpa memicu koreksi yang lebih luas,β ujar Liza.
Dari dalam negeri, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat realisasi restitusi pajak mencapai Rp198,71 triliun hingga September 2026, atau menurun 38,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp323,92 triliun.
Restitusi didominasi PPN dan PPnBM sebesar Rp137,79 triliun serta PPh Rp59,08 triliun, yang berpotensi mengindikasikan penahanan pengembalian pajak yang dapat mempengaruhi dunia usaha dan perekonomian.