NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

IHSG ditutup melemah 66,17 poin atau 1,22 persen ke posisi 5.373,09. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,89 poin atau 0,89 persen ke posisi 542,16.

"Mengawali pekan ini, IHSG dan Bursa Asia bergerak melemah di tengah kekhawatiran atas inflasi dan harga minyak yang tinggi menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed pekan ini," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, Nico mengatakan meningkatnya ketegangan geopolitik dan harga minyak mentah yang di atas level 110 dolar AS per barel membebani sentimen risiko, bersamaan dengan kekhawatiran atas inflasi yang terus berlanjut dan prospek kebijakan moneter.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mengejar kesepakatan dengan Iran atau melanjutkan serangan militer setelah pemilihan paruh waktu pada pekan depan, di tengah meningkatnya ancaman terhadap warga AS di seluruh wilayah tersebut.

Teheran dilaporkan bersiap untuk membalas, yang berpotensi menargetkan Israel dan Uni Emirat Arab.