NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah mengikuti bursa kawasan Asia seiring investor bersikap risk off (mengurangi eksposur ke aset berisiko).

IHSG ditutup melemah 192,54 poin atau 3,78 persen ke posisi 4.904,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 20,62 poin atau 3,98 persen ke posisi 497,27.

“IHSG dan bursa regional Asia melemah menyusul pelemahan di Wall Street, penurunan saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan tetap berada di bawah tekanan jual seiring kekhawatiran atas pengeluaran AI yang besar dan pengembalian yang tidak pasti terus membebani,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS), sementara penurunan harga minyak di tengah tanda-tanda kemajuan diplomatik antara AS dan Iran tidak banyak memperbaiki sentimen pasar secara keseluruhan.

Nico menyebut pelaku pasar akan mengamati dengan cermat pemilihan paruh waktu AS, karena pemerintahan Trump dan Partai Republik menghadapi tekanan politik yang meningkat atas tingginya biaya energi, mendorong harga energi lebih tinggi dan memicu inflasi, dan mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Sementara itu, harga minyak mentah dan Brent diperdagangkan di sekitar 96 dolar AS dan 104 dolar AS per barel pada Selasa (03/11) setelah turun sekitar 7 persen pada sesi sebelumnya, karena tanda-tanda kemajuan diplomatik antara AS dan Iran yang meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih lanjut.