Sementara itu, Nico memproyeksikan langkah investasi Danantara Indonesia ke pasar saham akan menjadi pendorong kuat bagi pergerakan saham-saham BUMN.

Ia menyebut apabila aksi beli tersebut berjalan konsisten dan diiringi dengan peningkatan performa perusahaan maka dampaknya terhadap sentimen pasar akan semakin solid.

β€œIntervensi Danantara ini dipandang positif oleh investor karena menjadi bukti nyata adanya dukungan terhadap emiten pelat merah yang saat ini memiliki valuasi murah serta prospek bisnis jangka panjang yang menjanjikan,” ujar Nico.

Dari mancanegara, terdapat sentimen terkait kekhawatiran pelaku pasar tentang keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI) yang memicu aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi.

Nico mengatakan aksi jual global di sektor AI dan semikonduktor membebani saham-saham teknologi. Adapun, produsen semikonduktor, produsen chip memori, dan perusahaan terkait AI lainnya mencatat penurunan signifikan.

Selain itu, sentimen lainnya semakin tertekan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul laporan bahwa AS dan Israel telah menyusun rencana untuk kemungkinan serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu bulan depan.

Sebelumnya, Militan Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini terhadap pelabuhan Yanbu di Laut Merah Arab Saudi, bersama dengan serangan mematikan yang menargetkan ladang minyak dan bandara di negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia.