NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak melemah di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter di tingkat global.

IHSG dibuka melemah 17,06 poin atau 0,32 persen ke posisi 5.249,07. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,30 poin atau 0,43 persen ke posisi 530,72

“IHSG diperkirakan rentan lanjut menguji support terdekat di 5.185, Jika breakdown, IHSG bisa lanjut menuju support 5.012 atau 4.980. Sedangkan jika IHSG rebound resistance terdekat di level 5.317, jika mampu break IHSG bisa kembali di kisaran resistance 5.349 atau 5.418,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan ini, sementara Europan Central Bank (ECB) diproyeksikan juga tidak akan mengubah suku bunga acuannya.

Liza mengatakan keputusan kedua bank sentral tersebut akan menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam menilai arah kebijakan moneter global selanjutnya.

“Investor juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi AS pekan ini untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi perekonomian dan ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan,” ujar Liza.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah menunjukkan perkembangan setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan diakhirinya situasi yang disebut sebagai kondisi “bukan perang maupun damai”.