"Tentunya kita sebagai investor, baik di pasar modal maupun BUMN yang kita miliki, kita justru melihat ini adalah opportunity untuk kita investasi jangka panjang gitu," terang Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Sebagai contoh untuk saham perbankan saja dengan perhitungan price to book value, rata-rata sudah berada di satu. Artinya, peluang investasi murah untuk jangka panjang terbuka lebar.

"Jadi, dan ke depannya perbankan kita, saya contohkan perbankan dulu ya. Perbankan kita sehat, kemudian dari segi dividennya juga seperti Mandiri itu kurang lebih 16%, jadi ibarat kemudian BRI 13%. Jadi ibaratnya beli tanpa melihat kenaikan harga saham aja yield-nya itu kurang lebih, untuk Mandiri misalnya 16% karena dari pembagian dividennya," jelas Rosan.