Houthi menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10), sementara koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik yang diarahkan ke ibu kota pada Senin.

Selain itu, Iran juga memperkuat fasilitas sensitif, termasuk fasilitas nuklir, di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan baru AS setelah pemilihan paruh waktu pada November. Perkembangan tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.

Dari sisi moneter, fokus kebijakan tertuju pada perkembangan inflasi dan prospek suku bunga acuan The Fed. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober 2026 masih relatif rendah menjelang rilis sejumlah data ekonomi AS.

Pelaku pasar menantikan rilis data Consumer Price Index (CPI) AS periode September 2026, yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan 27-28 Oktober 2026.

Dari dalam negeri, BEI menambahkan 19 saham ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) pada Senin (12/10), yang mengindikasikan konsentrasi kepemilikan saham pada segelintir investor.

β€œPenambahan tersebut menjadi perhatian investor terhadap struktur kepemilikan saham dan konsentrasi kepemilikan pada sejumlah emiten di pasar modal Indonesia,” ujar Liza.

Kemudian, pada bulan ini, BEI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 28 Oktober 2026.