Di sisi lain, pemerintah memperkuat tata kelola industri kelapa sawit berkelanjutan melalui pengembangan Sistem Informasi Indonesian Sustainable Palm Oil (SI-ISPO) untuk meningkatkan ketertelusuran rantai pasok dan mendukung pemenuhan persyaratan pasar global, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Pengembangan sistem tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 14 Tahun 2025, sementara Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 memperluas cakupan sertifikasi ISPO hingga industri hilir dan usaha bioenergi berbasis kelapa sawit.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan sertifikasi, pendampingan, pelatihan Sistem Kendali Internal (ICS), serta pengawasan sertifikasi bagi pekebun. PT SUCOFINDO (Persero) turut mendukung pengembangan SI-ISPO melalui layanan verifikasi dan assurance untuk memperkuat kredibilitas data serta transparansi rantai pasok.

β€œInisiatif ini diharapkan meningkatkan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan sekaligus menjaga daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar internasional,” ujar Liza.

Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Selasa (13/10) kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,59 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,06 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,07 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,07 persen.

Bursa Wall Street AS juga kompak melemah pada penutupan Selasa (13/10), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,02 persen ke level 7.805,45, indeks Nasdaq Composite melemah 0,15 persen ke 27.204,38, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,35 persen ke 51.670,10.

Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei menguat 0,60 persen ke 68.185,00, indeks Shanghai menguat 0,09 persen ke 3.804,96, indeks Kospi menguat 1,45 persen ke 6.122,17, indeks Hang Seng melemah 0,34 persen ke 24.261,50, dan indeks Straits Times menguat 0,28 persen ke 5.445,95.