"Melebarnya spread di tahun berjalan ini bertujuan memberikan interest rate differential yang cukup menarik bagi investor asing guna memperkuat stabilitas mata uang Rupiah," ujar Ratna.

Dengan demikian, diperkirakan BI baru akan menaikkan BI Rate lagi apabila Rupiah berlanjut melemah atau apabila The Fed melanjutkan tren kenaikan suku bunganya.

Selain itu, Ratna memperkirakan BI juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga tidak menaikkan suku bunga secara agresif lagi kecuali jika Rupiah melemah dengan cepat atau inflasi di atas target Bank Indonesia.