Selain itu, lanjutnya, hasil tersebut dapat membatasi ruang gerak agenda ekonomi Trump, termasuk kebijakan tarif perdagangan, sehingga berpotensi mempengaruhi prospek pertumbuhan global, arah dolar AS, dan sentimen pasar keuangan.
Sebagai informasi, Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas kursi, baik di DPR maupun Senat, serta memenangkan pemilihan gubernur di sejumlah negara bagian penting, seperti Texas.
"Namun, arah kebijakan moneter The Fed tetap akan ditentukan oleh kondisi inflasi dan tenaga kerja" ujar Ratna.
Di sisi lain, Ratna menyebut pelaku pasar juga khawatir kemenangan besar Partai Demokrat dapat berakibat pada lebih banyaknya pembatasan terhadap pusat data di AS.
βSelain itu sejarah menunjukkan bahwa pasar cenderung berkinerja baik di bawah pemerintahan yang terbagi di AS, di mana lebih sedikit kebijakan dan regulasi yang dapat mengganggu prospek bisnis,β ujar Ratna.
Dari dalam negeri, investor akan menantikan data pertumbuhan ekonomi yang akan dirilis pada Kamis (5/11) hari ini, yang diperkirakan tumbuh 1,3 persen quartal on quartal (qoq) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 3,73 persen (qoq) pada kuartal II-2026.