Secara tahunan, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,2 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 5,29 persen (yoy) pada pada kuartal II-2026.
Menurut Ratna, apabila realisasi berada di bawah ekspektasi, maka berpotensi menekan sentimen pasar karena dapat memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan prospek kinerja emiten.
"Sebaliknya, realisasi yang lebih baik dapat menjadi katalis positif bagi pasar dan memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan fundamental ekonomi domestik," ujar Ratna.
Bursa Eropa kompak menguat pada Rabu (04/11), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 2,32 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,79 persen, indeks DAX Jerman menguat 2,22 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis menguat 1,96 persen.
Bursa Wall Street AS juga kompak menguat pada Rabu (04/11), diantaranya indeks S&P 500 menguat 1,58 persen, indeks Nasdaq Composite menguat 1,44 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 3,03 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,33 persen ke 60.984,86, indeks Shanghai menguat 0,12 persen ke 3.690,74, indeks Hang Seng menguat 2,77 persen ke 24.581,95, indeks Kuala Lumpur menguat 1,12 persen ke 1.634,62, dan indeks Straits Times menguat 0,33 persen ke 5.286,99.