NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak sideways di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Dibuka menguat, IHSG pada pukul 09.15 WIB bergerak melemah 34,79 poin poin atau 0,66 persen ke posisi 5.244,10. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 3,47 poin atau 0,65 persen ke posisi 526,88.
"Volatilitas pergerakan saham diperkirakan masih akan tinggi dengan IHSG berpotensi menguji level 5.300-5.400,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari dalam negeri, Ratna mengatakan pelaku pasar akan mencermati hasil RDG BI dengan konsensus memperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen.
Ia menjelaskan bahwa ekspektasi kenaikan BI Rate didorong oleh tekanan inflasi, depresiasi Rupiah yang berlanjut, serta langkah antisipasi menjelang pertemuan The Fed pada pekan depan.
BI mewaspadai inflasi pangan yang telah mencapai 5 persen year on yaer (yoy), karena berpotensi menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan risiko inflasi secara lebih luas.
"Keputusan BI akan menjadi faktor penting bagi pergerakan Rupiah, pasar obligasi, dan IHSG," ujar Ratna.
Ratna melanjutkan, kenaikan suku bunga berpotensi menopang stabilitas Rupiah, namun juga dapat meningkatkan tekanan pada pasar saham dan harga obligasi akibat ekspektasi biaya pendanaan yang lebih tinggi.