Namun demikian, pelaku pasar menilai implementasinya belum konsisten dan belum disertai penegakan hukum yang signifikan.

“Jika reklasifikasi terealisasi, Indonesia berisiko mengalami arus keluar dana asing, tekanan jual saham, dan peningkatan volatilitas,” ujar Liza.

Di sisi lain, beban bunga utang pemerintah dalam APBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp650,31 triliun atau 18,93 persen dari penerimaan negara, sehingga berpotensi mempersempit ruang fiskal.

Sementara, S&P Global Ratings masih mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, tetapi rasio bunga terhadap penerimaan pemerintah umum yang persisten di atas 15 persen menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Kenaikan premi risiko 50-100 bps berpotensi menambah beban bunga sekitar Rp9-18 triliun per tahun seiring penerbitan SBN baru, sehingga pemerintah perlu memperkuat penerimaan pajak, meningkatkan produktivitas belanja, mengendalikan utang baru, serta menjaga kredibilitas fiskal dan konsistensi reformasi pasar untuk mempertahankan kepercayaan investor

Dari mancanegara, sentimen pasar global cenderung defensif seiring meningkatnya keraguan terhadap keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan perusahaan infrastruktur teknologi menghasilkan keuntungan yang sepadan dengan besarnya belanja modal.

"Kekhawatiran terpusat pada penggunaan utang dan dukungan pembiayaan dari pemasok yang berpotensi menciptakan permintaan semu melalui skema pembiayaan sirkular," ujar Liza.

Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global setelah serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz menenggelamkan kapal kontainer berbendera Singapura dan mendorong tarif kapal tanker di Teluk Persia ke rekor tertinggi.