Militer AS dilaporkan menyusun rencana serangan baru terhadap Iran yang berpotensi melibatkan MOAB, sementara Iran menyatakan siap menyerang kapal perang AS. Serangan terhadap Arab Saudi juga mengancam pemulihan pasokan minyak.

Di sisi lain, potensi meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Uni Eropa turut membebani pasar saham China, seiring investor mencermati risiko terhadap hubungan dagang dan prospek pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, The Fed diperkirakan alan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober 2026, namun pelaku pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan sebesar 25 bps pada pertemuan Desember 2026.

Lonjakan inflasi Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) sebesar 1,3 persen secara bulanan dan pertumbuhan penjualan ritel sebesar 0,8 persen memperkuat alasan bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Bursa Eropa mayoritas menguat pada Kamis (15/10) kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,31 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,08 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,33 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,78 persen.

Bursa Wall Street AS kompak menguat pada Kamis (15/10), diantaranya indeks S&P 500 menguat 0,33 persen ke level 7.744,10, indeks Nasdaq Composite menguat 0,08 persen ke 26.713,03, serta Dow Jones Industrial Average menguat 1,08 persen ke 52.177,69.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 1,90 persen ke 65.651,3, indeks Hang Seng melemah 1,03 persen ke 24.062,72, indeks Kospi menguat 3,30 persen ke 5.737,05, indeks Shanghai melemah 1,59 persen ke 3.707,48, dan indeks Strait Times menguat 0,24 ke 5.416,99.