NADIKABAR.COM — Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 menjadi momentum untuk mendorong penguatan ekosistem penerbitan nasional yang dapat mengakomodasi kepentingan penulis, penerbit, dan peningkatan kualitas membaca masyarakat.

Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif Iman Santosa mengatakan pemerintah berupaya membangun ekosistem penerbitan yang lebih baik melalui berbagai program yang melibatkan seluruh elemen dalam industri perbukuan.

"Tujuan kami adalah bagaimana menciptakan ekosistem penerbitan yang lebih baik. Artinya, kami tidak hanya melihat bagaimana penulis bisa tumbuh banyak, berproduksi, menghasilkan harga juga lebih banyak, tapi penerbit juga kami gandeng dalam beberapa program," kata Iman dalam pembukaan IIBF 2026 di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan kualitas baca buku di masyarakat. Dengan demikian, pengembangan industri penerbitan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan produksi dan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung tujuan literasi.

Iman mengatakan pemerintah juga tengah menampung aspirasi para penulis dalam pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan penerbitan, termasuk mengenai tarif pajak. Pembahasan tersebut, kata dia, diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan berbagai pihak.

Selain itu, pemerintah melihat perlunya memperluas pemahaman mengenai sumber royalti bagi penulis. Menurut Iman, royalti tidak hanya berasal dari penjualan buku, tetapi juga dapat berkaitan dengan karya yang diadaptasi dari buku, seperti film dan drama musikal.

"Penulis ingin membuka bahwa royalti itu tidak hanya dari buku saja, tapi dari film yang dibuat berdasarkan buku, drama musikal yang dibuat dari buku. Nah, itu juga royalti itu juga diperhitungkan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah berupaya mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan penulis dan penerbit. Dalam pembahasan tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan aspirasi penulis yang sejak 2017 menginginkan tarif pajak lebih rendah dan sistem pemungutan yang tidak lagi progresif, tetapi bersifat final.

"Kami ingin bahwa semua pihak bisa terakomodir, ada win-win solution," kata Iman.

Menurut dia, upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem penerbitan yang melibatkan berbagai pihak sehingga industri buku dapat tumbuh sekaligus tetap mendukung penguatan literasi masyarakat.