Pria yang baru saja menjadi Brigjen TNI itu membuat tulisan mengenai "hilang"nya unsur keadilan dalam praktik hukum di era kekinian.

Kegiatan juga berlangsung interaktif. Peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber mendapatkan merchandise dari panitia.

Materi yang diberikan tidak berhenti pada kemampuan teknis menulis. Peserta juga ditekankan pentingnya membedakan fakta, interpretasi, dan opini. Fakta harus dapat diverifikasi, interpretasi merupakan makna yang ditarik dari fakta, sedangkan opini merupakan penilaian atau posisi penulis.

Dalam proses penyusunan tulisan, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya verifikasi. Sumber, dokumen, waktu, angka, dan konteks harus diperiksa agar klaim dalam tulisan memiliki dasar yang jelas.

Kemampuan tersebut menjadi penting karena tulisan yang baik tidak hanya membutuhkan gagasan kuat, tetapi juga disiplin dalam menguji informasi sebelum disampaikan kepada publik.

Pelatihan kemudian diarahkan pada target konkret. Seluruh peserta diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan dan menyerahkan artikel utuh. Artikel yang masuk selanjutnya akan dipilih untuk menentukan artikel terbaik.