Salah satu jenis ikan yang diduga berkaitan dengan fenomena tersebut adalah goonch catfish atau Bagarius bagarius. Ikan berkumis yang berasal dari keluarga Sisoridae itu diketahui mendiami sungai-sungai berarus deras di India, Nepal, serta beberapa kawasan Asia Tenggara.

Sameer Kumar Sinha, direktur Wildlife Trust of India, mengatakan banyak ikan yang masuk ke Sungai Gandak kemungkinan merupakan spesies tersebut. Goonch catfish dapat berukuran besar dan hidup di sungai-sungai dengan arus kuat.

Spesies ini juga berstatus terancam menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Namun, identifikasi ikan yang muncul setelah banjir tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan bentuk atau ukurannya. Pemerintah Bihar secara khusus meminta warga melaporkan ikan yang tidak dikenal kepada petugas perikanan setempat.

Hal ini penting karena banjir dapat menghilangkan batas alami tim redaksi berbagai ekosistem perairan. Ikan yang semula hidup di sungai, kolam, danau, atau waduk dapat tersapu keluar dari habitatnya ketika permukaan air naik drastis. Arus kemudian membawanya dalam jarak yang jauh.

Dengan kata lain, kemunculan ikan 'jejadian' tersebut belum tentu berarti ada spesies misterius yang tiba-tiba muncul. Banjir memang dapat menjadi kendaraan alami yang memindahkan hewan air dari satu habitat ke habitat lain.

Pemerintah Bihar menekankan bahwa masalah utamanya bukan karena ikan tersebut merupakan spesies asing atau berukuran besar. Selama banjir, ikan dapat bersentuhan dengan lumpur, limbah, saluran pembuangan, bangkai hewan, dan berbagai kontaminan lain yang ikut terbawa arus.

Departemen Dairy, Fisheries and Animal Resources Bihar menyatakan ikan yang terus-menerus terpapar lingkungan tercemar dapat terkontaminasi bakteri, virus, dan bahan berbahaya lainnya. Karena itu, ikan yang ditangkap langsung dari air banjir tidak disarankan untuk dikonsumsi sampai kondisi lingkungan kembali normal.