The Independent juga melaporkan bahwa beberapa orang disebut jatuh sakit setelah mengonsumsi ikan yang ditangkap dari perairan tersebut. Yang membuat situasinya lebih sulit, ikan yang terkontaminasi belum tentu terlihat berbeda.
Dr Saiprasad Girish Lad, konsultan gastroenterologi di Wockhardt Hospitals Mumbai Central, menjelaskan bahwa ikan yang terpapar air tercemar dapat membawa mikroorganisme yang tidak biasa terdapat di habitat normalnya.
"Kekhawatirannya bukan pada ikan sebagai makanan, tetapi pada lingkungan yang telah terpapar ikan tersebut," sebutnya.
Menurutnya, ikan yang terbawa banjir dapat bersentuhan dengan limbah, kotoran hewan, bangkai, dan polutan lain sehingga berpotensi membawa mikroorganisme berbahaya. Memasak memang dapat mengurangi risiko dari sejumlah bakteri dan parasit, tetapi tidak otomatis membuat ikan dari sumber yang tercemar menjadi aman.
Kontaminasi juga dapat terjadi ketika ikan ditangani, dibersihkan, dan disiapkan. Selain itu, beberapa kontaminan kimia tidak selalu hilang hanya karena makanan dimasak. Karena alasan itulah otoritas Bihar meminta masyarakat tidak mengonsumsi ikan yang ditangkap langsung dari air banjir atau ikan yang tidak dapat diidentifikasi dengan jelas.
Peringatan ini juga berlaku untuk aktivitas jual beli. Warga diminta tidak membeli maupun menjual ikan yang tidak dikenal dari wilayah terdampak banjir.
Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini.