NADIKABAR.COM — Minimnya aktivitas di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, ikut menekan bisnis hotel di Balikpapan. Pada Januari-Mei 2026, tingkat okupansi hotel di kota tersebut hanya berkisar 30 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Soegianto, mengatakan bisnis perhotelan masih lesu sepanjang awal 2026. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya kegiatan pemerintah yang selama ini turut menjadi sumber tamu hotel.

"Kondisi tersebut paling terasa pada Januari hingga Mei 2026 itu rata-rata tingkat okupansi hotel hanya berada di kisaran 30 persen. Ini mengingat kondisi penetapan anggaran, otomatis tamu-tamu dari pemerintahan kurang," ujarnya, Sabtu (29/8/2026),

Berkurangnya kegiatan pemerintah turut berdampak pada sektor meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) yang menjadi salah satu penopang bisnis perhotelan di Balikpapan.

Kondisi ini berbeda dengan 2024, ketika aktivitas pembangunan IKN masih masif. Saat itu, tingkat okupansi hotel di Balikpapan disebut bisa mencapai sekitar 80 persen. Bahkan, sejumlah hotel nyaris penuh setiap hari.